Minggu, 23 Februari 2014

LATIHAN DI PANTAI LOANG BALOK


By Intan Kurniati (SMP 1 Narmada kls 3)
Latihan di Pantai menjadi salah satu pengalaman berharga bagi kami. Begitu banyak tantangan baru yang belum pernah kami jumpai pada latihan sebelumnya. Membangun kekompakan tim dalam menahan derasnya ombak pantai menjadi pengalaman yang tak terlupakan
 


Minggu pagi, Kak Edok mengajak kami seluruh anggota perguruan silat Bangujang pergi ke Taman Loang Baloq. Katanya siih untuk Refresing dan untuk mengusir kejenuhan dalam berlatih berbagai jurus latihan yang cukup berat, karena mengeluarkan banyak tenaga dan pikiran. Selain itu, kami bertujuan datang kesana untuk melatih beberapa hal yang pernah diajaarkan oleh kak Edok. Sebenarnya tujuannya bukanlah taman Loang Balok, tapi pantai yang ada di dekatnya, pantai Tanjung Karang. Untuk sampai kesana, kami harus menelusuri jalan setapak yang ada di taman tersebut. Huufft,…cukup melelahkan, tetapi ini belum apa-apa!!semangaaaatt.. -_-
            Setelah lama berjalan, mulailah terlihat pantai nun indah di seberang sana, kami pun kegirangan dan langsung berlari mencari tempat yang teduh. The beautiful view.  Sebutan yang pantas untuk pantaii tanjung karang ini. Setelah istirahat sejenak  sambil menikmati pemandangan di sekitar sini, barulah kita memulai petualangan di Pantai Tanjung Karang… LET’S GO!! :D
            Kegiatan pertama, Pemanasan. Kita menggunakan pemanasan tubuh yang biasa di gunakan di tmpat kami latihan. Barulah kita menguji apa yang kita telah diajarkan di tempat latihan. Ujian pertama adalah roll 5 kali bolak balik. Huuh, disinilah teman kami ada yang teller alias pusiing.,haha tapi tidak apa2, ini masih bagian kecil. Masak gitu doang nyeraah??ya nggak?? :D
            Kedua, Loncat Harimau. Disini kita dibariskan dua bersap, baris yang ada dibelakan harus meloncati barisan yang ada didepan. Begitu juga sebaliknya. Yaah, tidak peduli yang loncat tubuhnya kecil dan yang dilompati sebesar sumo-_-..  sampai2 ada yang pas loncat tubuhnya jatuh ke badan temennya yang diloncati,, hayoo ini siapaa?? Yaaah, saling tindih  deh :p
            Dan ini yang ketiga, kegiatan ini tepatnya diberi nama “perjalanan jauh”. ohh, tidak, bahkan “sangat jauh”, disini kita dibariskan menghadap ke samping pantai., itu loo kita menghadapnya ke pasir2 di tepi pantai, bukan ke airnya. Nah disini kita diperintahkan berjalan sambil lari2 kecil sampai….sejauh mata memandang -_-., kak Edok menetapkan kita berlari sampai di dekat menara diujung timur sana. Jauh sekali..
            Di perjalanan, kami menghabiskannya dengan main kejar-kejaran dengan kepiting, yaa karena disana cukup banyak kepiting..ada yang sambilan mandi, sehingga nyampenya lama sekali. Tetapi dengan perasaan lega sekaligus menahan dahaga di bawah terik matahari yang cukup menyengat, Kami pun berhasil sampai dimana tempat kami berteduh tadi. Berhasiil,berhasiil, horeee, horeee..!!!!-_-
            Kami pun berlari menghampiri tas masing masing, Ada yang mengambil bekal yang memang sudah disiapkan, yang tidak membawa bekal mengambil uang untuk beli es kelapa disekitar sini. Disini cukup banyak penjual, seperti penjual es kelapa tadi, jagung bakar, jajan2 snack, minuman, sate, dll. Sangat banyak. setelah melahap es yang telah kami beli tadi, rasanya ituu..segeeerrr..seketika rasa haus itu telah hilang entah kemana (?).  Setelah ini, kamipun langsung nyebuur ke kolam yang terbentang luas alias laut. -_-
uhhm, rasa lelah tadi sudah terbang jauh tak kembali.. senang sekali rasanya..
            ketika sedang asyika2nya mandi, kak Edok mempunyai tantangan untuk kami. tantangan apakah itu??ayoo siapa yang tahu??yya! kita akan dibagi menjadi 2 kelompok dan berlomba untuk bertahan melawan ombak. Waah,pastii seru yaa!ini dia kelompok2nya!!
Tak lama kemudian, azan Zuhurpun berkumandang, kami pun diinstruksikan oleh kak Edok untuk segera menunaikan ibadah shalat zuhur di mushola di sekitar sini. Setelah itu, kami melakukan agenda terakhir yaitu berlari-lari kecil di batu terapi di dekat mushola. Kaki terasa sakit karenanya, maka ada salah satu teman kami yang berlari dengan santainya tanpa ada raut kesakitan sekalipun, ternyata ehh ternyata, dia pake sendaal. Wuuuu -_-
            Itulah kegiatan-kegiatan kami selama berada di Loang Balok, sampai akhirnya datanglah mobil jemputan kami, semuanya langsung bergegas naik, kami menggunakan satu mobil Carry dan mobil kijang milik kak Edok. Mobil melaju dengan kecepatan normal hingga kami diturunkan di rumah kak Edok lalu pulang ke rumah masing-masing.

MELAWAN DERASNYA AIR TELABAH




By. Rifky (SMP 1 Narmada Kls 2)
 
Menghadapi berbagai tantangan membuat kami menjadi semakin berani. Melewati persawahan, menelusuri kokok Landak dan menaklukkan derasnya air Telabah menjadi kesan tersendiri
 


Penjelajahan ini kami laksanakan di bulan Oktober 2013. Dalam penjelajahan kami yang ke lima ini rute yang kami lewati adalah  dari tempat latihan ke bendungan, kemudian menuju Kokok Landak di sebelah utara. Dari sana kami menelusuri sumber airnya sampai ke Soka Clinik, dan melewati kali yang airnya cukup deras yaitu diatas bendungan Telabah. Sebelum kami berangkat, seperti biasa  kami berdoa bersama. Kami di bagi menjadi 3 regu. Regu pertama dipimpin oleh Zia. Regu ke dua terdiri dari Abeng dan kawan-kawan, sedangkan regu ke tiga di pimpin oleh Rifky.

Dalam penjelajahan ini kami menempuh jarak yang cukup panjang, dan memakan waktu sekitar 2 jam. Perjalanan kali lini, kami menemui hambatan yang tentunya menguji kekompakan tim, seperti  harus melompati  selokan kecil, memanjat menggunakan kayu dan masih banyak lagi. Tantangan yang sangat besar saat kami menyebrangi sungai Telabah yang lebar dan airnya deras. Di perjalanan kami menyempatkan diri untuk membasuh muka di mushola dekat koko’ Landak. Setelah kami melewati koko’ Landak kami pun tiba di Soka Clinik. Disana terdapat lahan yang tidak ditanami tubuhan yang isinya hanyalah rumput pendek, melihat tempat yang seperti itu kamipun menyempatkan diri untuk berlatih salto disana. Teman-teman kami merasa senang dan puas.
Setelah melewati soka klinik, kami mendapatkan kesulitan karena kami tertinggal oleh kelompok yang dipinpin oleh Zia. Keompok kami sempat tidak tau arah . Kami pun mendengar teriakan dari salah satu kelompok Zia yang sangat senang mandi di kali. Tak lama kemudian kami pun menuju ke sana dan ternyata benar kelompok Zia telah melewati kali itu dan kamipun mengikutinya. Anggota kelompok Rifky dan Abeng pun ikut mandi karena hanya itu cara untuk menyeberangi kali tersebut. Setelah kami menyeberangi kali tersebut kamipun pulang melewati pondok Nurul Haramain Putra. Saat kami  kembali menuju rumah ka’ Edok kami talah di tunggu oleh ka’ Edok dan tiga anak’’ kecil sebagai pengawalnya. Sampai di rumah ka’ Edok kami pun telah disediakan rujak. Kamipun memakan rujak itu dengan menggunakan alas daun pisang. Secara berkelompok kami makan besama dan terasa begitu nikmat. Tidak hanya karena rasa rujaknya yang enak dan perut kami lapar, tapi juga karena rasa kebersamaan diantara kelompok kami.  
 Tetap semangat!

JURIT MALAM




  By Abdurrasyid Habir (SD 6 Lembuak kls 6)

Rasa takut dapat membuat orang menjadi pengecut. Ketakutan membuat kita tidak berani menghadapi sesuatu, walaupun apa yang kita takutkan sebenarnya hanyalah hayalan belaka.  Kali ini kami berlatih untuk menghadapi rasa takut  tersebut.
 


Dalam latihan kali ini kak Edok mengajarkan kami untuk melawan rasa takut dengan mengadakan penjelajahan malam agar kami menjadi orang yang berani. Dalam penjelajahan ini, rute yang kami tempuh cukup jauh dan menantang. Rute terbagi menjadi empat pos. Pos satu yang menjaga disana adalah kak Ojik. Dia menanyakan kepada kami berapa jumlah anggota kami dalam satu kelompok. Pos dua yang dijaga oleh Kak Jun. Dia menanyakan berapa jurus yang sudah di ajarkan. Pos tiga yang dijaga oleh kak Heri, yang akan menyuruh kami melakukan gerakan dalam jurus-jurus yang sudah di ajarkan. Pos empat yang dijaga oleh kak Andri, yang akan menanyakan apa nama kelompok dan menyuruh untuk melakukan lompat kodok, dan push-up.
Dalam melakukan penjelajahan malam, kami dibagi menjadi beberapa kelompok diantaranya Kelompok 1 Rifki dan kawan-kawan yang diberi kata sandi “Tuhan Itu Satu”, Kelompok 2 Dika dan kawan-kawan yang diberi kata sandi “Orang Tua Saya Ada Dua”, Kelompok 3 Intan dan kawan-kawan yang diberi kata sandi “Tiga Bersaudara”, Kelompok 4 Samsul dan kawan-kawan yang di beri kata sandi “4 Jagoan “, Kelopok 5 Abeng dan kawan-kawan yang diberi kata sandi “5 Rukun Islam”, Kelompok 6 Neni dan kawan-kawan yang diberi kata sandi “6 Rukun Iman”,Kelompok 7 Dimas dan kawan-kawan yang diberi kata sandi “7 Lapis Langit”, Kelompok 8 Fathul dan kawan-kawan yang diberi kata sandi “Tunjuk 8 Bintang”, selanjutnya kelompok terakhir yaitu kelompok 9 Bagas dan kawan-kawan yang diberi kata sandi “9 WaliSongo”. Setelah melewati pos 8 kami bertemu dengan kak Edok. Kami disuruh oleh kak Edok untuk berkumpul dan duduk-duduk di dekat sawah untuk di tes satu per satu. Kita disuruh menyebutkan kata sandi kelompok kami. jika kelompok salah menyebutkan sandi maka hukumannya adalah push up dan jika benar kami disuruh loncat kodok lalu lari meloncati padi yang ditumpuk yang sudah di bakar lalu lari ditempat yang gelap kemudian kembali lagi untuk berkumpul. Sesudah semua kelompok selesai, kami disuruh kumpul membuat lingakaran, lalu kami disuruh berkumpul sesama kelompok dan diberi nasihat agar tidak takut berjalan dalam keadaan gelap. Kami harus menjadi orang pemberani dan bisa mengatasi rasa takut.
Setelah semua rangkaian kegaitan selesai, kemudian kami pulang ke markas. Saat akam berangkat pulang, ada yang ingin pulang lewat jalan raya dan ada yang ingin lewat sawah. Akhirnya kami disuruh untuk pulang lewat sawah. Ditengah perjalanan ada salah satu teman kami yang jatuh kesawah dan ada yang mengijak kodok lalu kaget dan jatuh kelumpur. Setiba di markas kami menutup pertemuan ini dengan membaca alhamduillahhirobbilallamin…
Sungguh penjelajahan yang sangat menantang dan berkesan, karena berjalan melewati sawah dalam keadaan gelap. Semoga kami semua kelak menjadi orang yang pemberani. Amin.
BERANI – DAN - JUJUR