By. Rifky (SMP 1 Narmada Kls 2)
Menghadapi berbagai tantangan
membuat kami menjadi semakin berani. Melewati persawahan, menelusuri kokok
Landak dan menaklukkan derasnya air Telabah menjadi kesan tersendiri
Penjelajahan ini kami laksanakan di bulan Oktober 2013. Dalam
penjelajahan kami yang ke lima ini rute yang kami lewati adalah dari tempat latihan ke bendungan, kemudian
menuju Kokok Landak di sebelah utara. Dari sana kami menelusuri sumber airnya
sampai ke Soka Clinik, dan melewati kali yang airnya cukup deras yaitu diatas
bendungan Telabah. Sebelum kami berangkat, seperti biasa kami berdoa bersama. Kami di bagi menjadi 3
regu. Regu pertama dipimpin oleh Zia. Regu ke dua terdiri dari Abeng dan
kawan-kawan, sedangkan regu ke tiga di pimpin oleh Rifky.
Dalam
penjelajahan ini kami menempuh jarak yang cukup panjang, dan memakan waktu
sekitar 2 jam. Perjalanan kali lini, kami menemui hambatan yang tentunya
menguji kekompakan tim, seperti harus
melompati selokan kecil, memanjat
menggunakan kayu dan masih banyak lagi. Tantangan yang sangat besar saat kami
menyebrangi sungai Telabah yang lebar dan airnya deras. Di perjalanan kami
menyempatkan diri untuk membasuh muka di mushola dekat koko’ Landak. Setelah
kami melewati koko’ Landak kami pun tiba di Soka Clinik. Disana terdapat lahan
yang tidak ditanami tubuhan yang isinya hanyalah rumput pendek, melihat tempat
yang seperti itu kamipun menyempatkan diri untuk berlatih salto disana.
Teman-teman kami merasa senang dan puas.
Setelah melewati soka klinik,
kami mendapatkan kesulitan karena kami tertinggal oleh kelompok yang dipinpin
oleh Zia. Keompok kami sempat tidak tau arah . Kami pun mendengar teriakan dari
salah satu kelompok Zia yang sangat senang mandi di kali. Tak lama kemudian
kami pun menuju ke sana dan ternyata benar kelompok Zia telah melewati kali itu
dan kamipun mengikutinya. Anggota kelompok Rifky dan Abeng pun ikut mandi
karena hanya itu cara untuk menyeberangi kali tersebut. Setelah kami
menyeberangi kali tersebut kamipun pulang melewati pondok Nurul Haramain Putra.
Saat kami kembali menuju rumah ka’ Edok
kami talah di tunggu oleh ka’ Edok dan tiga anak’’ kecil sebagai pengawalnya.
Sampai di rumah ka’ Edok kami pun telah disediakan rujak. Kamipun memakan rujak
itu dengan menggunakan alas daun pisang. Secara berkelompok kami makan besama
dan terasa begitu nikmat. Tidak hanya karena rasa rujaknya yang enak dan perut
kami lapar, tapi juga karena rasa kebersamaan diantara kelompok kami.
Tetap semangat!
boleh saya minta poto logo bajunya
BalasHapus