Minggu, 23 Februari 2014

MELAWAN DERASNYA AIR TELABAH




By. Rifky (SMP 1 Narmada Kls 2)
 
Menghadapi berbagai tantangan membuat kami menjadi semakin berani. Melewati persawahan, menelusuri kokok Landak dan menaklukkan derasnya air Telabah menjadi kesan tersendiri
 


Penjelajahan ini kami laksanakan di bulan Oktober 2013. Dalam penjelajahan kami yang ke lima ini rute yang kami lewati adalah  dari tempat latihan ke bendungan, kemudian menuju Kokok Landak di sebelah utara. Dari sana kami menelusuri sumber airnya sampai ke Soka Clinik, dan melewati kali yang airnya cukup deras yaitu diatas bendungan Telabah. Sebelum kami berangkat, seperti biasa  kami berdoa bersama. Kami di bagi menjadi 3 regu. Regu pertama dipimpin oleh Zia. Regu ke dua terdiri dari Abeng dan kawan-kawan, sedangkan regu ke tiga di pimpin oleh Rifky.

Dalam penjelajahan ini kami menempuh jarak yang cukup panjang, dan memakan waktu sekitar 2 jam. Perjalanan kali lini, kami menemui hambatan yang tentunya menguji kekompakan tim, seperti  harus melompati  selokan kecil, memanjat menggunakan kayu dan masih banyak lagi. Tantangan yang sangat besar saat kami menyebrangi sungai Telabah yang lebar dan airnya deras. Di perjalanan kami menyempatkan diri untuk membasuh muka di mushola dekat koko’ Landak. Setelah kami melewati koko’ Landak kami pun tiba di Soka Clinik. Disana terdapat lahan yang tidak ditanami tubuhan yang isinya hanyalah rumput pendek, melihat tempat yang seperti itu kamipun menyempatkan diri untuk berlatih salto disana. Teman-teman kami merasa senang dan puas.
Setelah melewati soka klinik, kami mendapatkan kesulitan karena kami tertinggal oleh kelompok yang dipinpin oleh Zia. Keompok kami sempat tidak tau arah . Kami pun mendengar teriakan dari salah satu kelompok Zia yang sangat senang mandi di kali. Tak lama kemudian kami pun menuju ke sana dan ternyata benar kelompok Zia telah melewati kali itu dan kamipun mengikutinya. Anggota kelompok Rifky dan Abeng pun ikut mandi karena hanya itu cara untuk menyeberangi kali tersebut. Setelah kami menyeberangi kali tersebut kamipun pulang melewati pondok Nurul Haramain Putra. Saat kami  kembali menuju rumah ka’ Edok kami talah di tunggu oleh ka’ Edok dan tiga anak’’ kecil sebagai pengawalnya. Sampai di rumah ka’ Edok kami pun telah disediakan rujak. Kamipun memakan rujak itu dengan menggunakan alas daun pisang. Secara berkelompok kami makan besama dan terasa begitu nikmat. Tidak hanya karena rasa rujaknya yang enak dan perut kami lapar, tapi juga karena rasa kebersamaan diantara kelompok kami.  
 Tetap semangat!

1 komentar: